CERIWIS ; MENINGKATKAN JIWA WIRAUSAHA MUDA

Seiring meningkatnya tantangan pada era globalisasi,  mahasiswa yang ingin berkecimpung dalam dunia usaha semakin meningkat. Banyak mahasiswa yang ingin menambah pengetahuan terkait wirausaha. Hal ini mendorong Departemen Kewirausahan Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanianmenyelenggarakan “Ceriwis” (Cerita Wirausaha Sukses). Ceriwis merupakan seminar kewirausahaan yang dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu tahun kepengurusan. Seminar ini mengundang para wirausahawan yang telah berhasil di bidangnya masing-masing.

Minggu (13/5) dilaksanakan Ceriwis I di Auditorium Hardjono Danoesastro Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Ceriwis I ini ditujukan untuk mahasiswa Fakultas Pertanian dan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada secara umum. Selain itu, masyarakat umum juga diperbolehkan mengikuti seminar. Narasumber pada seminar ini adalah Firmansyah (Owner “Klinik  Kopi”) dan Christina Mira P. (Owner “Rubylicious”). Menurut Fadhila Annisa selaku ketua Ceriwis, alasan memilih kedua pembicara tersebut adalah karena kedua wirausahawan tersebut memiliki usaha yang sedang digandrungi olehpemuda, yakni kedai kopi dan butik. Diharapkan dengan hadirnya kedua narasumber tersebut mahasiswa tertarik untuk mengikuti ‘Ceriwis’.

Acara berlangsung dengan lancar dan kondusif. Di sela-sela seminar, panitia juga menyiapkan hiburan berupa penampilan dari Sosek Band. Antusiasme peserta terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dikemukakan. Pertanyaan yang dilontarkan mayoritas merupakan keluh kesah para mahasiswa mengenai pengalaman mereka selama mencoba memasuki dunia usaha. Selain itu, peserta juga banyak yang meminta tips dalam melakukan kegiatan usaha yang kemudian dijawab pembicara dengan menarik.

Sesi tanya jawab narasumber dengan peserta (Dok. prim/Ami)

Menurut Christina, kiat-kiat dalam memulai usaha adalah do what you love-passion, Be resourceful-start today, dan Mistakes are Okay-continuous learning. Selain keuntungan finansial, dengan berwirausaha juga dapat memberikan manfaat sosial seperti menyediakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan fashion awareness di Indonesia. Lalu menurut Firmansyah, dalam berwirausaha perlu adanya passion. Passion adalah sesuatu yang dilakukan secara terus menerus tanpa bosan. Dalam berwirausaha diperlukan adanya keseriusan karena dampak dari keseriusan itu sendiri adalah kesuksesan. Firmansyah menganggap bahwa kesuksesan bukanlah tujuan, tetapi efek dari apa yang telah dikerjakan.

Christina saat diwawancarai reporter (Dok. Prim/Don)

Bagaikan tiada gading yang tak retak, Ceriwis dalam pelaksanaannya juga mengalami hambatan. Salah satu hambatannya adalah jumlah panitia yang sedikit karena hanya diambil dari Departemen Kewirausahaan KMSEP sehingga jika ada satu panitia yang berhalangan maka tidak ada panitia yang dapat menggantikan. Meskipun ada hambatan, acara ini mendapatkan apresiasi dari pembicara. “Acaranya bagus kok, harapannya nanti dibikin lagi dan ditambah pameran wirausaha dari mahasiswa yang melengkapi seminar,” ujar Firmansyah.

Dari kiri ke kanan: MC, Narasumber dan Ketua Panitia (Dok. Prim/Ami)

Sebagai seorang pemuda, jangan takut untuk memulai wirausaha. Tidak perlu menunda untuk memulai usaha dengan alasan kurangnya modal, kurangnya jaringan, dan banyaknya pesaing. “Tidak ada waktu yang sempurna untuk memulai sesuatu,” ungkap Christina. Oleh karena itu, berani mencoba dan tidak takut gagal merupakan kunci dari wirausahawan sukses.

Reporter: Ami, Don, El, Yuni