
Hari pertama pelaksanaan PPSMB Organik 2017 berjalan lancar. Kegiatan hari pertama dibuka dengan Upacara Pembukaan yang dilaksanakan di halaman Gedung Rachmiwaty. Tepat pukul 07.00 WIB upacara dimulai. Sekitar 419 Gamada mengikuti upacara walaupun masih terdapat banyak Gamada yang terlambat. Upacara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Kemudian dilanjutkan orasi oleh Tophan P. Putra selaku Koordinator OC (Organizing Committee) PPSMB Organik 2017. Tophan menekankan bahwa pangan sangat dibutuhkan, untuk apa ada gedung-gedung pencakar langit jika kita masih kekurangan pangan. Maka dari itu, mahasiswa Pertanian mempunyai peranan penting untuk mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. Setelah orasi dari Tophan, R.M. Bhismo S.K. selaku OC Aksi Kreatif memeriksa penugasan Gamada dengan cara mengangkat penugasan tersebut. Rangkaian acara PPSMB Organik tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun lalu menurut Rasinina Aulia, Koordinator Divisi Acara.
Tema yang diangkat PPSMB Organik tahun ini ialah “Membentuk Generasi Muda yang Berwawasan Global Berlandaskan Moralitas dan Kepedulian Sosial Sebagi Pilar Pembangunan Pertanian Perikanan Indonesia”. Maksud dari tema tersebut adalah Gamada dapat menjadi generasi yang mempunyai moral yang kuat dan baik bagi bangsa Indonesia. Selain itu, PPSMB Organik kali ini juga ditekankan untuk meningkatkan kepedulian sosial. Kegiatan PPSMB Organik tidak hanya penyampaian materi saja di dalam Auditorium Harjono Danoesastro, akan ada follow up kegiatan PPSMB selama satu semester atas nama Dewan Mahasiswa Fakultas Pertanian. Kegiatan follow up tersebut diharapkan bisa mewujudkan nilai-nilai dari tema yang diusung, kepedulian sosialnya juga bisa diwujudkan terhadap organisasi-organisasi yang ada di Fakultas Pertanian. Untuk menyesuaikan dengan tema PPSMB Organik kali ini, jargon PPSMB dibuat sedemikian rupa menjadi “Kita Muda, Berkarya Untuk Bangsa!”. Kalimat “Berkarya untuk Bangsa” ini ditekankan pada kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
PPSMB bukan ajang perpeloncoan. Wakil Dekan I Bagian Akademik, Rudi Hari Murti, menegaskan bahwa PPSMB ORGANIK 2017 bebas dari segala bentuk kekerasan dan tekanan. Penyambutan Gamada dengan bermartabat dan tanpa tekanan akan menghasilkan manusia beradab. Apabila Gamada disambut dengan kekerasan fisik dan psikis, maka pada tahun selanjutnya akan terjadi balas dendam.

Pihak kampus tidak menginginkan hal tersebut terjadi, sehingga dibuat PPSMB tanpa kekerasan. PPSMB ORGANIK 2017 diharapkan menjadi kegiatan yang manusiawi serta mencetak generasi tanpa kekerasan. Jumlah mahasiswa yang diterima tahun ini sama dengan tahun lalu tetapi tidak semua melakukan registrasi dan beberapa mengundurkan diri. Karena hal tersebut gamada pertanian mengalami penurunan. Dalam pelaksanaannya, PPSMB tahun ini sama dengan tahun lalu serta lebih sesuai dengan ketentuan universitas. Jika tahun lalu muncul teguran dari tim pemantau PPSMB Universitas, maka pada tahun ini sudah tidak ada teguran. Beliau juga berharap agar PPSMB Organik hari kedua juga berlan lancar.
Hiruk pikuk PPSMB. Persiapan selama tiga bulan untuk menyambut Gamada Fakultas Pertanian bukanlah waktu yang singkat. Mulai dari pembentukan Steering Committee (SC) yang ditentukan dari perwakilan tiap HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dan Badan Semi Independen (BSI), penentuan Koordinator OC (Organizing Committee), dan lelang jabatan untuk OC dipersiapkan secara matang. Tahun ini, pemilihan OC dilakukan dengan lelang jabatan. Berkaca dari tahun sebelumnya, dimana banyak SC dari ketua lembaga yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sehingga banyak yang tidak mengikuti persiapan, akhirnya disepakati bahwa OC tidak harus ketua lembaga tetapi bisa diwakilkan anggotanya. Selain itu, dilakukan open recruitment untuk memilih OC sehingga dihasilkan OC yang benar-benar berkompeten, mau dan mampu mengabdi. Menurut Tophan, Koordinator OC, bukan hanya profesionalitas yang penting, tetapi pengabdian dengan hati sehingga dapat bekerja dengan senang.
Menilik konsep PPSMB. Pengonsep PPSMB Organik hari pertama adalah pihak fakultas sedangkan untuk hari kedua adalah panitia mahasiswa. Adanya kerjasama dan komunikasi yang baik antara pihak fakultas dan panitia mahasiswa mempermudah pengonsepan PPSMB Organik 2017. Konsep PPSMB tahun ini mengarahkan Gamada untuk memiliki kepekaan dan jiwa sosial bagi lingkungan sekitar. Berbagai materi yang diberikan seperti materi landasan moral, sosok inspiratif, dan gerakan sosial dimaksudkan mampu mencapai tujuan yang diharapkan.

Koordinator SC, Urwah Abdurrahman, menjelaskan bahwa banyak terjadi ketimpangan antara pendidikan dan moral mahasiswa sehingga perlu diseimbangkan antar keduanya. Selain itu, materi sosok inspiratif muda (hari ke-2) diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa pertanian untuk berkarya bagi masyarakat, bukan hanya diri sendiri. Materi gerakan sosial dimaksudkan untuk membungkus gagasan, mimpi, dan cita-cita dalam tindakan nyata dengan terjun ke masyarakat agar gagasan dapat terlaksana. Secara garis besar, konsep tahun ini mengarahkan Gamada untuk terjun langsung ke masyarakat. Apa aksi sosial yang akan diusung Gamada Faperta? Mari kita nantikan.
Perbedaan PPSMB Organik 2017 dengan PPSMB Organik 2016. Selain pemilihan OC yang lebih terbuka, terdapat beberapa perbedaan PPSMB 2017 dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, simulasi dilakukan berulang-ulang untuk meminimalisir kesalahan teknis. Dilihat dari segi tugas, pembuatan maket merupakan terobosan baru tahun ini. Tujuan penugasan ini untuk melihat seberapa jauh Gamada paham mengenai keilmuannya dan diterapkan dalam gambaran sistem pertanian dan perikanan. Alhasil, maket hasil karya Gamada banyak menyorot perhatian dari mahasiswa dan dosen. Dilihat dari segi acara, pembicara-pembicara yang didatangkan sebagian besar ialah pembicara muda yang diharapkan dapat memotivasi Gamada Pertanian 2017 untuk tahu dan mau berkontribusi dalam membangun pertanian dan perikanan di masa depan.
Kendala PPSMB Organik 2017. Sejauh ini, pelaksanaan PPSMB Organik 2017 berjalan lancar dan kondusif tanpa hambatan yang berarti. Hanya saja, panitia PPSMB Organik menyayangkan peraturan yang sangat ketat dan mengikat dari pihak universitas. Akibatnya, saat mengonsepkan sesuatu tidak bisa langsung dijalankan dan harus mendapat persetujuan dari universitas. Salah satu hal yang tidak mendapat persetujuan adalah dinyanyikannya beberapa lagu yang “dianggap” bisa memicu gerakan mahasiswa. “Sebenarnya, kami (panitia) hanya ingin membangkitkan jiwa mahasiswa, bukan megarahkan pada radikalisme atau semacamnya, tapi mungkin tetap ada kekhawatiran dari pihak universitas. Sebenarnya, menyayangkan peraturan ini” jelas Urwah. Sebenarnya, peraturan ini sudah ada sejak tiga tahun yang lalu, tetapi semakin kesini semakin ketat.
Reporter : Anas, Karina, Rizka, Titan, Yusuf
Fotografer : Esti, Nida, Titan
Editor : Anas, Djuki
Layouter : Anggit, Puti