Membangun Kesadaran Masyarakat Melalui GERIPA

Salah satu gamada sedang membagikan bibit ke Fakultas Teknologi Pertanian (Primodia/Esti)

GERIPA (Gerakan Ikan Padi) adalah aksi yang dilaksanakan mahasiswa baru Fakultas Pertanian 2017. Aksi ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat dan mahasiswa lain di UGM akan pentingnya melestarikan lingkungan, mengonsumsi ikan serta menambah kepedulian terhadap kesejahteraan petani dan nelayan. Para Gamada dikumpulkan di depan Auditorium Hardjono Danoesastro dan dibagi menjadi beberapa kelompok. Setelah itu, para Gamada mendapatkan pengarahan dari panitia GERIPA. Kemudian aksi dimulai pukul 14.00 WIB untuk membagikan bibit cabai dan stikerkepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan petani dan nelayan sertapentingnya menanam dan mengonsumsi ikan.

Arina saat diwawancarai tim (Primordia/Esti)

“Awalnya saya malu karena saya masih mahasiswa baru dan belum punya banyak pengalaman”, ujar Arina. Disisi lain ia juga merasa senang karena saat membagikan bibit cabai dan stiker ia bisa bertemu teman baru di fakultas lain.

Salah satu penerima bibit cabai dan stiker adalah Alexandra, mahasiswi Fakultas Hukum 2015 mengutarakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat melestarikan lingkungan dan menyadarkan mahasiswa bahwa menanam itu penting. Sama halnya dengan Alexandra, Atul selaku mahasiswi Fakultas Teknik Pertanian 2016 menjelaskan bahwa aksi GERIPA ini penting karena bibit yang dibagikan adalah bibit cabai yang merupakan tanaman yang produktif dan dapat menghasilkan keuntungan.

Menurut Tri Widianto (Mikrobiologi 2015), perbedaan aksi pada tahun 2015 (Geplak Ubi) dengan GERIPA tahun ini terletak pada konsepnya, karena pada tahun 2015 ditekankan pada orasi dan terjun di lapangan dengan membagikan makanan lokal, sedangkan tahun ini lebih mengedepankan aksi nyata.

Tri Widianto saat menuturkan pendapatnya (Primordia/Esti)

Berbeda dengan Bhismo (Koordinator Aksi Kreatif),mengatakan bahwa para gamada kurang memahami tujuan dari pemberian bibit cabai dan stiker yang mengakibatkan para mahasiswa tampak kebingungan. GERIPA tidak bersifat formal, namun bersifat kekeluargaan yang bertujuan untuk mempererat tali persahabatan dan persaudaraan antar Fakultas. Menurutnya, aksi ini sudah berjalan lancar dan sesuai ekspektasi yang diharapkan.

Bhismo selaku koor Aksi Kreatif (Primordia/Esti)

Astony sebagai koordinator penghubung piranti dan gamada 2017 mengatakan bahwa, “kondisi di lapangan dan antusiasme para gamada sesuai ekspektasi. Dia menilai bahwa aksi ini sangat baik dan berharap akan ada aksi aksi nyata lain untuk kedepannya.Dalam rangkaian aksi GERIPA ini akan ada kejutan yaitu makan bareng yang akan dilakukan di Gazebo Faperta.” Kejutan ini memiliki konsep begibung yang berdasarkan budaya masyarakat tradisional di Desa Karangasem, Bali, yaitu makan bersama ditempat yang sama dengan menu yang sama tanpa meghilangkan etika saat makan.

Astony saat diwawancarai tim (Primordia/Fikzy)

Menu yang dijadikan santapan utama adalah lele karena di Kota Gudeg ini komoditas lele mudah dijumpai sehingga harapannya mahasiswa khususnya angkatan 2017 akan lebih gemar makan ikan. Selain membagikan stiker dan bibit siap tanam, peserta membagikan poster kepada tiap BEM/DEMA/LEM Fakultas. Lebih dari itu, kampanye tentang pentingnya menanam dan mengonsumsi ikan juga dipubliksikan melalui media sosial LINE dan Instagram. Geripa ini pada akhirnya diharapkan dapat menberikan dampak positif kepada masyarakat untuk gemar menanam dan makan ikan.

 

Antusias gamada saat makan bersama (Primordia/Esti)

Meskipun awalnya mereka tidak memahami tujuan dari aksi ini, namun setelah berakhirnya aksi ini mereka mulai paham tentang arti kepedulian terhadap kesejahteraan petani dan nelayan serta pentingnya menanam dan mengonsumsi ikan.

 

Reporter: Anas, Elia, Jito, Nia, Nida, Puti, Royanda

Fotografer: Esti, Fikzi

Editor: Ian, Restu