GERBANG TRANSISI MENUJU KEHIDUPAN KAMPUS

Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) Palapa sudah memasuki hari ke-lima. Materi hari ke-lima dan ke-enam adalah softskill untuk membentuk kepribadian mahasiswa. Lima hari telah berjalan, panitia tidak merasakan adanya kendala yang berarti dalam pelaksanaan PPSMB Palapa. Nanda, Koordinator teknis di Fakultas Kehutanan mengaku tidak ada kendala yang berarti saat pelaksanaan baik di kelas maupun saat upacara “Alhamdullilah nggak ada kendala yang berarti saat pelaksanaan, hanya ada Gamada yang sakit namun itu sudah bisa kami tangani sendiri” jelasnya. Hal senada diutarakan oleh Tia, Koordinator Teknis di Fakultas Hukum. Sejauh ini pelaksanaan PPSMB berjalan lancar dan kondusif. PPSMB Palapa tahun ini terbilang berbeda karena pemberian materi tentang kebangsaan dan wawasan jiwa Pancasila dimasukkan menjadi salah satu materi dalam PPSMB Palapa. Harapannya Gamada akan lebih mewarisi cita-cita leluhur bangsa.

Aditia Riana, Koordinator Teknis PPSMB Palapa saat diwawancarai Tim Primordia(Primordia/Sekar)

 

Berdampak pada Transportasi

Penggunaan fasilitas sepeda kampus mengalami peningkatan semenjak ada mahasiswa baru. Mahasiswa baru dapat meminjam sepeda kampus dengan memanfaatkan nomor registrasi dari universitas yang terdiri dari enam digit. Sepeda kampus biasanya digunakan oleh mahasiswa untuk sekedar keliling kampus atau bepergian dari stasiun satu ke stasiun lain yang berada di kompleks UGM.

Selain sepeda kampus, transportasi lain seperti ojek online juga terkena dampak PPSMB 2017. Menurut David, salah seorang driver ojek online, walaupun saat ini sedang berlangsung PPSMB 2017 dan dilaksanakan pada saat mahasiswa libur, namun masih tetap lebih banyak penumpang ojek online pada saat mahasiswa aktif berkuliah Hal tersebut dirasakan pula oleh Sapto yang sudah menjadi driver ojek online selama 1 tahun.

David (40) saat akan menjemput penumpang (Primordia/Nida)

 

            Berbeda dengan Indra Muzakir mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM 2016 yang merasakan perbedaan pada saat PPSMB tahun ini, ia menggagas ide ojek PPSMB yang bernama O Maba dengan sistem pre-order, yaitu dapat memesan ojek sejak jauh-jauh hari sebelum acara PPSMB berlangsung. “lumayan sih, ada 39 order, kebanyakan order  1 minggu full.” ujarnya. Latar belakang ia mendirikan O Maba karena banyak mahasiswa baru yang tidak memiliki alat transportasi serta  banyak anak rantau yang kurang mengerti daerah sekitar UGM. Sistem dari O Maba ini adalah menutupi kekurangan dari ojek online yang sekarang banyak digunakan. Karena sistem ojek online yang real pick up sehingga mahasiswa baru yang ingin menggunakan jasa layanan ojek pada saat pulang pergi harus memesan pada saat itu juga. Indra menuturkan bahwa keinginannya kedepan untuk mengembangkan dan melebarkan sayap O Maba ini tidak hanya pada saat acara PPSMB berlangsung di UGM saja melainkan di universitas lain yang dapat dijangkau.

Indra Muzakir, mahasiswa penggaggas ojek online “O Maba” (Dokumentasi Pribadi)

 

Beradaptasi dengan Teknologi

Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa baru dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Terutama pada saat PPSMB berlangsung, Gamada harus datang pukul 07.00 WIB dengan menggunakan pakaian yang sesuai dengan ketentuan dan membawa penugasan. Sebaiknya kita mengetahui seluk beluk Yogyakarta, minimal mengetahui jalan sekitar kampus UGM. Pengalaman tidak mengenakkan dialami oleh Andre Ayesa (Gugus Wreksodiningrat 1). Saat itu, ia berniat akan berangkat ke Grha Sabha Pramana (GSP). Andre yang belum mengetahui seluk beluk Jogja memutuskan untuk menggunakan Google Maps. Ia lupa bahwa saat itu kondisi jalanan sedang ramai padahal sistem akan mengalihkan rute secara otomatis ke rute yang lebih lengang. Akhirnya sistem menunjukkan jalan melewati Ringroad Utara, padahal dari kos teman Andre yang terletak di Karangmalang akan jauh lebih dekat apabila melewati Jalan Colombo.

Andre disela-sela kegiatan PPSMB (Primordia/Restu)

 

 Jangan Terpaku

Sebentar lagi PPSMB 2017 akan segera berakhir. Menurut salah seorang mahasiswa yang telah menempuh skripsi, Novian Khoirul Anam (Geografi, 2013) sebaiknya kita tidak terlalu terpaku pada kuliah. Jalani semuanya dengan enjoy, namun tetap serius dan jangan terlalu terpaku terdahap bidang kita. Ada baiknya kita menggali kemampuan lain sesuai bakat dan minat. “Kita tidak pernah tahu masa depan kita akan seperti apa sehingga kita harus terbuka dan terus mencari peluang” ujarnya.

Saat ini Novian juga merupakan seorang pengusaha di bidang konveksi. Ia memulai usahanya pada tahun 2015. Sebagai mahasiswa sekaligus entrepreneur, manajemen waktu dan segala prioritas sangatlah penting. Meskipun hal tersebut membutuhkan usaha keras, namun menurutnya hal tersebut lebih menjanjikan untuk  prospek kedepannya. Justru di kampus lah kita mampu menjaring koneksi lebih luas dan dapat bertemu dengan orang yang ahli di bidangnya.

Noviyan saat diwawancarai reporter (Primordia/Royanda)

 

 

Reporter : Amel, Elia, Esti, Nida, Nadif, Restu, Sekar, Tere, Zulfi

Fotografer : Esti, Nida,Restu, Royanda, Sekar

Editor : Royanda